Jakarta, VIVAIndeks Komposisi Harga Saham (IHSG) memperdalam penurunannya hingga penutupan transaksi pada Rabu 21 Januari 2026.
Baca juga:
Saham Netflix jatuh setelah mencatat kinerja keuangan yang kuat pada tahun 2025, apa yang baru?
Berdasarkan saranVIVAPadajarang terjadiJCI memasuki zona merah selama sesi negosiasi hari ini.
Nilai transaksi di pasar reguler tercatat pada 32,04 miliar IDR dengan total transaksi 4,02 juta. Sementara itu, volume transaksi mencapai 56,13 miliar ID R.
Baca juga:
Demonstrasi berhenti! JCI kehilangan 113 poin, sektor industri terpukul tapi 3 aksi ini masih kuat
Sektor industri mengalami kerugian dengan koreksi 6,33 persen. Sektor real estat dan transportasi mengalami penurunan signifikan, 3,44 persen dan 3,04 persen, masing-masing.
Sektor teknologi, energi, infrastruktur, dan keuangan turun sekitar 1 persen. Pada saat yang sama, ada koreksi kurang dari 1 persen di sektor perawatan kesehatan dan konsumsi diskres.
Baca juga:
JCI membuka pada angka merah dan diliput oleh koreksi, pasar saham Asia dan Pasifik lemah karena perhatian terhadap masalah Greenland
Sektor konsumsi non-siklik mencatat peningkatan terbesar sebesar 0,58 persen.
JCI ditutup lebih lemah
Foto:
- Foto-foto: Wahyu Putro A
JCI diperbaiki karena pengambilan keuntungan setelah indeks mencapai rekor di sesi sebelumnya, kata tim analis Phintraco Sekuritas, dikutip dalam penyelidikan harian mereka pada Rabu 21 Januari 2026.
Selain pengambilan keuntungan yang besar-besaran, tekanan berasal dari kerosakan perasaan dalam negeri setelah keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut izin 28 perusahaan di sektor hutan, perkebunan, energi dan pertambangan.
Secara teknis, JCI ditutup di bawah MA5, disertai dengan penyempitan zona positif MACD. Indikator stokas RSI turun dari zona overbought.
Di masa depan, pasar akan memperhatikan perkembangan sentiment global, khususnya pidato Presiden Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos, serta publikasi data PDB AS, yang diharapkan mengalami pertumbuhan tremeng sebesar 4,3% pada kuartal ketiga 2025, lanjut tim analis Phintraco Sekuritas.
Beberapa penerbit saham berhasil mencatat kenaikan harga saat JCI jatuh. Berikut adalah tiga saham di atas 45 saham utama (LQ45).
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM bersinar naik 3,64 persen atau 150 poin menjadi 4.270.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Saham INCO naik 3,61 persen atau 225 poin dan ditutup pada level 6.450.
Halaman berikutnya
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)























