Jakarta, VIVAGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa anggaran tidak akan dikurangi untuk mengatasi kondisi iklim ekstrem di daerah Jakarta.
Baca juga:
Pemerintah provinsi DKI akan menerapkan FMH untuk pembelajaran jarak jauh jika Jakarta lagi banjir
Menurutnya, upaya untuk mengatasi cuaca buruk di Jakarta harus dipersiapkan dengan baik agar tidak terjadi pengurangan anggaran.
Jadi hal-hal yang berkaitan dengan penghapusan cuaca buruk dan normalisasi sungai, baik Ciliwung atau Krukut, serta pembelian beberapa bom baru, saya menekankan bahwa tidak akan ada pengurangan, kata Pramono di Kota Jakarta, di pusat kota Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.
Baca juga:
Absorpsi pada tahun 2025 belum optimal, Purbaya akan meninjau kembali anggaran MBG untuk 2026
Politisi PDIP mengatakan anggaran untuk operasi perubahan iklim juga disiapkan untuk sebulan penuh.
ilustrasi banjir di jalan raya (Dr. TMC Polda Metro Jaya)
Foto:
- VIVA.co.id/Fajar Ramadhan
Baca juga:
Tidak perlu turun dari mobil, di sini dijelaskan bagaimana mengetahui batas aman untuk menyeberangi air banjir
Dia menjelaskan bahwa anggaran untuk operasi perubahan iklim biasanya hanya dialokasikan untuk 2 atau 3 hari.
“Ini adalah pertama kalinya perubahan iklim benar-benar terjadi. Anggaran untuk operasi perubahan iklim dipersiapkan untuk satu bulan penuh. Biasanya hanya satu, dua atau tiga hari”, katanya.
Pramono menjelaskan bahwa hal ini dilakukan karena, menurut data BMKG, kondisi iklim ekstrem di Jakarta terjadi selama hampir satu bulan.
Hampir seluruh pantai utara Jawa masih banjir hari ini, kata Pramono.
tvOnenews.com/Syifa Aulia
Gubernur Pramono: Syukurlah, Ekonomi Jakarta Terjaga Baik
Gubernur Pramono mengatakan bahwa stabilitas ekonomi Jakarta saat ini tetap kuat berkat pencapaian investasi dan manajemen anggaran yang melampaui tujuan.
VIVA.co.id
21 Januari 2026























