StudioKctus
Berita  

Menhan: Budaya Manusia Kunci Indonesia Bermas

Menteri Dalam Negeri: Budaya Manusia adalah Kunci untuk Indonesia Bermas

Jakarta (ANTARA) Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menekankan bahwa kunci utama untuk Indonesia menjadi kekuatan ekonomi keempat atau kelima di dunia pada tahun 2045 tidak terletak pada eksploitasi produk dasar, tetapi pada keberanian para kepala daerah untuk melakukan investasi besar-besaran dalam modal manusia.

Sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam seperti Singapura atau Jepang dapat maju karenamodal manusia.Kita tidak harus banggaSumber daya alamIndonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi dunia, tapi persyaratan mutlak adalah bahwa rakyat kita naik ke kelas menengah dengan pendapatan per kapita tinggi, kata Tito di Jakarta pada Rabu.

Tito mengekspresikan hal ini dengan menganalisis fenomena paradoks Indonesia, yaitu kondisi yang kontradiktif di mana wilayah yang kaya akan sumber daya alam sering terjebak dalam tingkat kemiskinan yang tinggi.

Ia mengingatkan para gubernur agar tidak tertidur oleh kekayaan bawah tanah, tetapi fokus pada kualitas orang-orang yang berada di atasnya.

Ia menyoroti program strategis seperti Sekolah Rakyat dan penyediaan makanan bergizi sebagai langkah-langkah konkret pemerintah pusat untuk memecahkan rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kami ingin anak-anak yang kurang mampu dapat maju ke kelas melalui sekolah berkualitas tanpa biaya apapun. Ini adalah investasi jangka panjang yang harus didukung sepenuhnya oleh para pengurus. Jangan biarkan kekayaan alam kita besar, airnya luas, tetapi sumber daya manusia lemah sehingga mereka kemudian menjadi penonton dan memicu konflik sosial”, tambahnya.

Baca juga: Menteri Dalam Negeri mengatakan pemerintah akan mengembalikan TKD untuk Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Selain pengembangan manusia, Menteri Dalam Negeri memberikan evaluasi tentang pemerintahan perusahaan milik daerah (BUMD). Menurutnya, banyak BUMD dikelola secara tidak profesional karena faktor politik atau kerabat, yang sebenarnya menjadi beban bagi APBD.

Menteri Dalam Negeri meminta kepala daerah untuk memiliki keberanian untuk menunjuk direktur profesional agar BUMD menjadi sumber pendapatan dan bukan sumur sampah. Ia juga memberikan catatan serius tentang efisiensi dan profesionalisme manajemen BUMd. Menurut data Kementerian Dalam Negeri, sekitar 30 persen dari 1.091 BUM D di Indonesia saat ini mengalami kerugian.

Jika BUMD terus kehilangan uang, lebih baik mengevaluasi daripada menggunakan APBD untuk subsidi operasional tanpa dividen untuk wilayah tersebut, kata Tito.

Menteri Dalam Negeri juga mengingatkan wilayah agar tidak menghambat investasi kecil dengan pajak yang tidak perlu. Membangun ekosistem swasta yang sehat, terutama SMKM. Membuat pemesanan lebih mudah, membuatnya nyaman, maka ekonomi regional akan bergerak

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-17 dari Asosiasi Pemerintah Regensi Indonesia (Apkasi) pada tahun 2026 di kota Batam, Selasa (20/1).

Baca juga: Menteri Dalam Negeri: Medan kembali normal setelah bencana alam

Presiden Jenderal Apkasi dan Gubernur Lahat Bursah Zarnubi melaporkan tentang penciptaan kebijakan strategis dari 416 distrik anggota Apkasi. Beberapa poin penting termasuk pengoptimalan Dana Desa untuk Kemerdekaan Makanan, hingga rekomendasi untuk merestrukturisasi hubungan pusat-regional melalui revisi UU Nomor 23 tahun 2014.

Bursah juga menekankan pentingnya manajemen bakat ASN di wilayah untuk mendukung efektivitas birokrasi. Runtuh dari Rapat Kerja Nasional akan disampaikan kepada pemerintah melalui menteri/direktor dari lembaga terkait, katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Pelanggaran, Menteri Perhubungan Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BKN, Ketua Komisi II DPR, perwakilan Badan Pengelolaan Dana Tanaman (BPDP), yang mengundang kepala daerah anggota Apkasi untuk mengambil peran aktif dalam mendukung program BPDP seperti PSR (Rejuvenation of the People’s Palm Oil), program beasiswa minyak sawit dan promosi minyak sawan.

Pada Rapat Kerja Nasional, Gedung Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) juga dibuka di Batam. Gedung ini, kolaborasi antara Apkasi dan Asosiasi Bisnis Internasional (IBA), dirancang sebagai pusat informasi komprehensif bagi investor asing yang ingin melihat potensi ekonomi di berbagai distrik Indonesia.

Bursah menegaskan bahwa PPID adalah jendela bagi dunia luar untuk melihat kekayaan potensi investasi regional tanpa harus mengunjungi setiap wilayah pada tahap awal.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.