Hari Rabu, 21 Januari 2026 14h16 WIB
Tokyo, VIVAPenembak yang dituduh membunuh mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dinyatakan bersalah dan dihukum penjara seumur hidup pada Rabu, 21 Januari 2026. Putusan itu datang setelah lebih dari tiga tahun pembunuhan yang mengejutkan Jepang dan dunia internasional.
Baca juga:
Kasus Chromebook, Jaksa Agung: Peran Jaksa Tan adalah dominan
Penembakan ini mengguncang sebuah negara yang jarang mengalami kekerasan bersenjata, yang menyebabkan penilaian serius terhadap sistem keamanan. Kasus ini juga membuka penyelidikan lebih luas tentang dugaan hubungan antara beberapa anggota parlemen konservatif dan sekte Unification Church yang kontroversial.
Ketika membaca putusan di Pengadilan Kota Nara, Hakim Shinichi Tanaka mengatakan bahwa terdakwa, Tetsuya Yamagami, 45, “terutama” untuk menembak Abe.
Baca juga:
Alasan pembunuhan seorang pria di TPU Bekasi adalah karena dua pelaku…
Fakta bahwa Yamagami menembaknya di belakang dan melakukannya ketika (Abe) tidak mengharapkannya, ia menganggap sifatnya yang sangat jahat.
Perhatian publik terhadap kasus ini juga dapat dilihat oleh antrian penduduk yang menunggu tiket masuk ke pengadilan sejak pagi hari Rabu.
Baca juga:
Menembak penduduk tambang ilegal, 4 tahanan Brimob Polda Sultra
Yamagami ditangkap di tempat kejadian pada Juli 2022 setelah menembak Shinzo Abe dengan senjata rumah tangga.
Dalam sistem hukum Jepang, percobaan terus berlangsung bahkan jika terdakwa dinyatakan bersalah.
♪ Kesedihan yang mendalam ♪
Hakim Tanaka menekankan bahwa kematian Abe memiliki konsekuensi serius dan menambahkan bahwa janda perdana menteri yang meninggal masih dalam kesakitan.
Jaksa berpendapat bahwa motif pembunuhan itu berakar pada keinginan Yamagami untuk mengecam Gereja Unifikasi. Pengadilan, yang berlangsung berbulan-bulan, mengungkapkan bagaimana sumbangan besar ibunya kepada gereja telah membawa keluarga ke ambang bangkrut.
Kondisi ini, menurut para jaksa, membentuk keyakinan Yamagami bahwa politisi berpengaruh membantu sekte berkembang.
Penembakan di sebuah bar di Afrika Selatan, 8 tewas dan 3 terluka
Polisi mengkonfirmasi bahwa kejadian penembakan itu terkait dengan kasus pemerasan.

VIVA.co.id
18 Januari 2026























