StudioKctus
Berita  

DVI terima jenazah dua korban pesawat ATR 42-500

DVI menerima mayat dari dua korban pesawat ATR 42-500

Makassar (ANTARA) Mayat seorang pria korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep Regency akhirnya tiba di DVI Biddokkes Command Post dari polisi Sulawesi Selatan, kota Makassar, setelah berhasil diangkut oleh helikopter Basarnas dari puncak Lampeso, Maros Regency, Sulawesi selatan (Sulsel), pada Rabu.

Korban tersebut tiba di pos DVI Jalan Kumala sekitar pukul 8.54 WITA menggunakan ambulans milik Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Dody Sardjoto, kemudian dikirim ke tim medis forensik DVI Biddokkes dari polisi Sulawesi Selatan untuk diidentifikasi.

Proses selanjutnya adalah DVI Biddokkes melakukan pemeriksaanpos mortemtubuh korban, termasuk sampel DNA untuk membandingkan dengan keluarga terdekatnya.

Korban ini adalah mayat pertama yang ditemukan oleh tim penyelamatan SAR bersama di daerah pegunungan Bulusaraung pada Minggu (18/1) pukul 14.20 WITA di lereng celah pegunungan lokal dengan kedalaman 200 meter.

Baca juga: Pusat Kesehatan Polisi Nasional telah mengerahkan tim untuk mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat ATR

Proses evakuasi mayat korban berlangsung tiga hari dan perjalanan yang cukup panjang. Karena ditemukan di lereng gunung, tim SAR mengangkatnya ke puncak dan kemudian menurunkannya di tanah dengan berjalan kaki.

Evakuasi masih terhambat karena cuaca ekstrem yang dihadapi tim SAR bersama.

Kepala Bagian Operasi dan Alert Kantor Makassar Basarnas sebagai koordinator di tempat kejadian (OSC), Andi Sultan, mengatakan bahwa cuaca hari ini menguntungkan sehingga korban dapat dievakuasi menggunakan helikopter Dauphin HR-3601 Basarns di daerah Lampeso Hamlet.

Alhamdulillah, cuaca hari ini sangat baik untuk evakuasi. Jadi Dolphin dari Basarnas dari Hasauddin Air Base berangkat menuju Lampeso pada 07.47 WITA, jelasnya.

Baca juga:Korban kedua dari pesawat ATR berhasil dievakuasi oleh tim SAR bersama

Sultan menjelaskan bahwa angkat tubuh dilakukan dengan metode angkat dengan teknikTerbang di udaraKemudian, helikopter itu mendarat lagi di pangkalan udara Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.

Setelah suksespendaratanDi pangkalan udara Hasanuddin, mayat itu segera dikirim ke tim medis menggunakan ambulans ke rumah sakit Bhayangkara untuk dikirim ke Tim DVI, jelasnya.

Seluruh rangkaian evakuasi, kata sultan, berlangsung dengan aman dan lancar berkat koordinasi yang kuat antara elemen dan dukungan kondisi cuaca yang menguntungkan.

Tim SAR bersama, terdiri dari 37 orang, setelah menyerahkan mayat korban, melanjutkan pencarian di tempat korban pertama ditemukan, di daerah Lampeso.

Baca juga: Marinir Angkatan Laut Indonesia telah dikirim untuk membantu proses evakuasi pesawat ATR 42-500.

Untuk SRU 1 dengan penanganan 50 orang, SRU 2 mengikat area di mana baris pesawat ditemukan dengan 28 orang, RSU 3 dari pos komando ke Puncak dan mengangkut peralatan vertikal dengan kekuatan 75 orang, SSU 4 mengikat daerah air terjun kecelakaan 4 dan 5 di mana ditemukan bagian mesin pesawat dengan 40 orang. Ada delapan korban yang belum ditemukan.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan kehilangan kontak di wilayah perbatasan Maros Regency dengan Pangkajene dan pulau-pulau sebelum mendarat di bandara Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1).

Pesawat ini membawa 10 orang, tujuh anggota awak dan tiga penumpang yang merupakan karyawan Kementerian Perhubungan Maritim dan Perikanan (KKP), yaitu Ferry Irawan, Deden Mulyana dan Yoga Naufal.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.