Hari Rabu, 21 Januari 2026 08h32 WIB
JakartaKeputusan Prilla Latuconsina untuk berhenti dari Sinemaku Pictures tiba-tiba menjadi masalah kepentingan publik yang luas. Pada hari Senin, 19 Januari 2026, aktor dan produser muda ini secara resmi mengakhiri mandatnya di produser yang ia mendirikan dengan Umay Shahab.
Baca juga:
Prilly Latuconsina akan melakukannya setelah meninggalkan Sinemaku Pictures
Prilly mengatakan bahwa perubahan besar itu diambil karena perbedaan pandangan yang tidak lagi disepakati. Namun di tengah pernyataan ini, ruang diskusi kain sarung berubah ke arah lain. Jaringan sosial penuh dengan diskusi tentang dugaan dinamis internal Sinemaku Pictures, terutama yang melibatkan nama Umay Shahab sebagai mitra bisnis dan CEO perusahaan.Bermain untuk tahu lebih lanjut, ayo!
Masalah yang paling ditekankan adalah praktik nepotisme yang diduga, di mana Umay diduga mempekerjakan kerabat terdekatnya di dalam lingkaran kerja Sinemaku Pictures.
Baca juga:
Prilly Latuconsina berjanji selamat tinggal dan meninggalkan Sinemaku Pictures
Inarah Syarafina, atau nama lengkap Inarah syarafinah Omar Joesoef, bukanlah tokoh asing di dunia kreatif. Ia lulus dari Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan pada tahun 2016. Sejak awal karirnya, Inarah telah menunjukkan minat besar terhadap dunia film, terutama di belakang layar sebagai sutradara.
Penarikan Inaraha ke industri film dimulai dengan proyek film pendek sampai akhirnya ia disewa untuk mengarah film Tangga Renjana, yang dirilis pada tahun 2023.
Baca juga:
Hampir satu dekade dengan Danur, Prilly Latuconsina siap untuk menutupi perjalanan Risa Saraswati di Eid 2026
Hubungan profesional Inarah dan Umay dimulai dengan proyek film Kukira Kau Rumah. Dalam film ini, Inarah berperan sebagai asisten sutradara sementara Umay duduk di kursi sutradarai utama. Dari kolaborasi ini, diketahui bahwa keduanya mulai memiliki hubungan cinta pada tahun 2021.
Di sisi lain
Meskipun tidak ada pernyataan resmi yang secara langsung menghubungkan nepotisme yang diduga dengan pengunduran diri Prilla, perdebatan publik telah meningkat. Banyak orang mempertanyakan dinamika profesional Sinemaku Pictures dan sejauh mana hubungan pribadi mempengaruhi keputusan bisnis di produser.























