StudioKctus

Ekonomi Global Lesu, Harga Minyak Kian Merosot

Ekonomi global harga minyak Harga minyak tercatat anjlok lebih dari 3 persen pada perdagangan Rabu, 13 Juli 2016. Sentimen bearish muncul setelah data persediaan minyak mentah AS menunjukkan penurunan yang jauh lebih kecil dibanding ekspektasi pasar untuk pekan pertama Juli 2016. Akibatnya, harga minyak WTI merosot ke level di bawah US$46 per barel, memperpanjang tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak awal pekan. Pembahasan ini menyoroti ekonomi global harga minyak.

Fakta bahwa Arab Saudi meningkatkan produksinya hingga hampir 10,6 juta barel per hari pada Juni 2016 memperkuat kekhawatiran pasar. Kombinasi lonjakan pasokan ini dengan perlambatan permintaan global menjadi pemicu utama bagi investor bearish untuk melancarkan aksi jual besar-besaran, seolah-olah mereka berlomba melepaskan aset sebelum harga terjerumus lebih dalam.

Sementara itu, harga emas telah berada dalam tren bearish cukup lama dan tampaknya belum menemui titik balik. Bayang-bayang oversuplai masih menghantui, sehingga minat investor terhadap logam mulia ini tetap lesu. Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM, menegaskan bahwa kekhawatiran utama pasar kini tertuju pada potensi melambatnya permintaan akibat perlambatan ekonomi global. Jika sentimen negatif ini terus menguat, tekanan turun pada harga emas masih akan terasa dalam waktu mendatang.

Oversuplai kronis dan lesunya permintaan global, ujar Lukman, berpotensi mendorong harga minyak terus merosot dalam jangka panjang. Bila disandingkan dengan analisis teknikal, tren minyak mentah WTI masih berada di teritori bearish; jika harga menembus dukungan kuat di bawah US$44 per barel, peluang untuk meluncur ke zona US$40 akan terbuka lebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *