Selasa, 20 Januari 2026 14h15 WIB
JakartaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga bahwa regen Pati, Sudewo, menetapkan harga untuk mengisi pegawai desa di Pati, Jawa Tengah.
Baca juga:
Selain Gubernur Pati, 2 perwakilan dari subdistrik dan 3 perwakilan dari desa dibawa ke KPK.
Sudewo ditangkap di KPK OTT atas dugaan korupsi dalam membeli dan menjual jabatan atau mengisi jabatan pejabat desa dalam pemerintahan Regency Pati di Jawa Tengah.
Apabila datang untuk mengisi posisi kepala departemen, kepala departemennya atau sekretaris desa, kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah dan Putih KPK di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Baca juga:
KPK menangkap Regent Pati Sudewo terkait penutupan jabatan di tempat ini.
Jadi, setiap posisi juga memiliki nilai, lanjutnya
Budi juga mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengungkapkan rincian penghargaan dalam konferensi pers untuk mengumumkan tersangka setelah operasi polisi (OTT) yang juga menangkap Rektor Pati Sudewo.
Baca juga:
Ahok dan Ignasius Jonan menjadi saksi dalam pengadilan korupsi anak Riza Chalidova
“Baiklah, nanti kita akan menyampaikan secara lengkap. Di mana daerah-daerah yang kosong? Ke berapa kota? Keberapa kota?
Sudewo dan tujuh orang ditangkap dalam sebuah OTT yang dilakukan KPK di daerah Pati, Jawa Tengah, pada Senin, 19 Januari 2026.
Tujuh orang lainnya yang ditahan KPK selama OTT adalah dua kepala daerah, tiga kepala desa dan dua pejabat desa.
Semua tahanan telah tiba di gedung KPK Merah dan Putih di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh agen anti korupsi.
KPK menyita miliaran uang dari pengurus OTT Pati Sudewo
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa mereka menyita miliaran rupiah uang tunai dari operasi polisi (OTT) yang menangkap Rektor Pati Sudew.

VIVA.co.id
20 Januari 2026























