Selasa, 20 Januari 2026 18h50 WIB
JakartaMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah spekulasi yang mengkhawatirkan bahwa jika Thomas Djiwandono terpilih sebagai wakil gubernur Bank Indonesia (BI), itu akan menyebabkan intervensi dan akan mempengaruhi kemerdekaan bank sentral.
Baca juga:
Setelah diskusi ekonomi, Purbaya mengungkapkan kesempatan bagi Judah Agung untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan
Karena menurutnya, ini tidak mungkin karena proses pengambilan keputusan internal BI didasarkan pada deliberasi dan konsensus.
Menurutnya, pendapat seseorang tidak segera menjadi keputusan mutlak para politisi yang BI akan terima.
Baca juga:
Keponakan Prabowo, sebagai calon wakil gubernur BI, memulai tes kelayakan minggu ini
“Tidak ada seorang wakil gubernur, tapi ada tujuh. Jadi, seseorang tidak dapat mempengaruhi semua orang, harus ada diskusi di antara mereka”, kata Purbaya pada Selasa, 20 Januari 2026, di Kementerian Keuangan di Jakarta.
Wakil Menteri Keuangan (Wamentkeu), Thomas Djiwawandoo (Dok.
Baca juga:
Purbaya akan melakukan audit langsung terhadap perusahaan Cina yang diduga melakukan penghindaran pajak
Dalam hal posisi politik Thomas sendiri, Purbaya percaya bahwa Wakil Menteri Keuangannya akan berhenti dari keterlibatan partai politik dan menjadi independen sebelum proses pengujian yang tepat dan tepat dari Wakil Gubernur BI dilakukan di DPR.
Dalam hal dukungan program pemerintah, Purbaya juga menegaskan bahwa partai mereka tidak akan melibatkan BI dalam pembiayaan program pembangunan.
Karena Purbaya sendiri tahu bahwa orang-orang dapat dengan mudah melihat jika pemerintah terlalu mengganggu kebijakan bank sentral.
Kita akan menjaga kemerdekaan bank sentral sebanyak mungkin. Ada krisis besar pada tahun 2020, jadi para politisi harus beradaptasi. Tapi tidak sekarang, kata Purbaya.
“Saya tidak akan memantapkan bank sentral untuk membiayai program pembangunan kami”, katanya.
![]()
PURBAI menolak tuduhan mengganggu kebijakan bank sentral
Purbaya mengirim Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazar, untuk menghadiri pertemuan Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada hari Rabu (21/1) Januari 2026.

VIVA.co.id
20 Januari 2026























