StudioKctus
Berita  

Bupati Pati Sudewo Diduga Terlibat Kasus DJKA

Selasa, 20 Januari 2026 21h10 WIB

JakartaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengumumkan bahwa Rektor Pati Sudewo (SDW) diduga mencurigai pemasukan uang untuk membangun dan memelihara jalur kereta api dari Direktorat Jenderal Kereta Api Kementerian Transportasi.

Baca juga:

Walikota Madiun Maidi menjadi tersangka pemerasan dan pemberian hadiah

“Ya, ya”, kata Asep Guntur Rahayu, Wakil Wakil untuk Pelaksanaan dan Implementasi Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Merah dan Putih KPK di Jakarta, Selasa.

Asep membuat pernyataan ini untuk menanggapi perkembangan posisi anggota DPR RI V untuk periode 2019-2024 setelah penyelidikan kasus DJKA dari Kementerian Transportasi.

Baca juga:

Dua kepala daerah yang tunduk pada KPK OTT, Palace: Kami khawatir

Regent Pati Sudewo setelah ditangkap oleh OTT KPK

Foto:

  • PICKING/Asprilla Dwi Adha

Sebelumnya, nama Sudewo muncul di pengadilan para terdakwa, kepala Pusat Teknik Railway Jawa Tengah (BTP), Putu Sumarjaya, dan pejabat tanggung jawab BTP Jawa Tengah, Bernard Hasibuan, di Pengadilan Korupsi di Semarang, Jawa Tengah pada 9 November 2023.

Baca juga:

Pati Regent Sudewo menjadi tersangka secara resmi dari pemerasan dan segera ditangkap!

Saat sidang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan menyita sekitar 3 miliar Rd dari Sudewa.

Tapi Sudewo menolak. Dia juga menyangkal menerima 720 juta IDR yang dikirimkan oleh pegawai PT Istana Putra Agung, serta 500 juta IDL dari Bernard Hasibuan melalui pegawai Nur Widayat.

Hal ini mengungkapkan bahwa kasus ini dimulai dengan operasi polisi (OTT) yang dilakukan oleh Komite Eradikasi Korupsi (KPK) pada 11 April 2023 di Balai Teknik Kereta Api Kelas I Wilayah Jawa Tengah Kementerian Transportasi DJKA.

Saat ini, wilayah Jawa Tengah BTP Kelas I telah berubah namanya menjadi BTP kelas I Semarang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menunjuk 10 tersangka yang segera ditangkap terkait kasus korupsi dalam membangun dan memelihara jalur kereta api di Jawa, Sumatra dan Sulawesi.

Setelah periode tertentu atau hingga 15 Desember 2025, Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjuk dan menahan 20 tersangka. KPK juga menunjuk dua perusahaan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasus korupsi yang diduga terjadi selama proyek pembangunan kereta api kembar Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso; proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan; empat proyek konstruksi kereta api dan dua proyek pengawasan di Lampegan Cianjur, Jawa Barat; dan Java-Sumatra Level Passage Improvement Project.

Di sisi lain

Selama konstruksi dan pemeliharaan proyek, beberapa pihak diduga setuju dengan pemenang proyek melalui teknik, dari proses administrasi hingga penentuan pemenang tender. (Anting)

Di sisi lain

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.