StudioKctus
Berita  

Proyek Pejalan Kaki di Villa Melati Mas Diduga Bahayakan Pengendara

Proyek Pejalan Kaki di Villa Melati Mas Diduga Bahayakan Pengendara
Proyek Pejalan Kaki di Villa Melati Mas Diduga Bahayakan Pengendara

Tangerang

siber.news | Pengerjaan proyek Pembangunan Pedestrian di Jl. Villa Melati Mas, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel tengah dikerjakan. Selasa (14/10). Parahnya, proyek itu dikerjakan malam hari. Namun, diduga abaikan standar K3 kepada pekerja maupun kepada pengendara.

Terpantau, para pekerja yang tengah memasang paving blok di lokasi hanya di awasi oleh mandor pekerja tanpa mengenakan alas kaki atau sepatu, celakanya lagi, bahan material dan puing – puing berserakan di badan jalan, sehingga jalan menyempit, mengancam keselamatan pengendara.

Asep selaku Mandor pekerja, saat dikonfirmasi di lokasi terkesan enggan memberikan keterangan kepada awak media, bahkan Asep itu menghubungi seseorang yang bernama Ari. Sayangnya ternyata Ari bukan penanggung jawab atau sebagai Direktur perusahaan tersebut.

Diketahui Proyek Pedestrian ini bersumber dari APBD Tahun 2025 di bawah Pengawasan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Bina Kontruksi (SDABMBK) Tangsel dengan nilai kontrak Rp. 9.513.108.000,00, yang dikerjakan oleh CV. Anugerah Abadi.

Karena itu, Holida Nuriah ST, Aktivis Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) menilai bahwa proyek Pedestrian ini tidak diawasi dengan ketat. Akibatnya, kontraktor kerjakan dengan gaya sesuka hatinya, tidak mengutamakan kualitas bangunan.

Pekerjaan seperti itu, menurutnya, berpotensi merugikan keuangan negara dan hasilnya juga tidak akan optimal. Karena itu, Holida meminta kepada Kepala Dinas SDABMBK Tangsel untuk mengambil tindakan tegas kepada oknum kontraktor nakal yang sengaja mengerjakan proyek tidak sesuai dengan ketentuan kontrak.

” Kami meminta kepada Kadis SDABMBK Tangsel untuk segera bertindak tegas terhadap oknum kontraktor yang mengerjakan pekerjaan yang diduga sengaja tak sesuai spek ini,” tegasnya.

Holida juga mengaku tak paham atas sikap Mandor proyek ini, karena kata dia, ketika ditanya selalu melemparkan kepada orang lain. Padahal orang yang di maksud mandor selalu tidak ditemukan di lokasi proyek. Bahkan informasinya orang itu tidak paham teknis kontruksi proyek.

” Si Asep sebagai mandor ini ngaco, kenapa ketika di wawancara atau ditanya, selalu dilemparkan kepada orang lain yang jelas – jelas tidak ada di lokasi. Ini tidak beres, sebab itu saya minta kepada Kadis segera turun dan bertindak tegas,” tegas Holida menambahkan.

Hingga berita ini diterbitkan awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari Dinas SDABMBK Tangsel, terutama Bidang Drainase.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.