Selasa, 20 Januari 2026 – 01.00 WIB
Deli Serdang, VIVA – Kemenangan Indonésia Gresika Phonska Plus Pupuk atas Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026 bukan sekadar kejutan. Di balik skor 3–1, pelatih juara bertahan secara terbuka mengungkap kondisi sebenarnya timnya di awal musim.
Baca juga:
Pembaruan klasemen Proliga Feminina 2026 memanas: Gresik Phonska masih memimpin, Jakarta Livin Mandiri terperosok tanpa poin.
Phonska Plus tampil solid dan efisien untuk menundukkan Pertamina Enduro dengan skor 25-17, 23-25, 25-18, dan 25-20 di North Sumatra Volleyball Indoor Sports Center, Deli Serdang, pada Minggu, 18 Januari 2026.
Sejak set pertama, Phonska Plus langsung menguasai permainan. Beragamnya serangan yang dikembangkan Arneta Putri mampu memaksimalkan peran Medi Yoka, Shella Bernadhet, serta dua pemain asing, Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko. Pertamina Enduro kesulitan menahan tekanan dan tertinggal sebelum set pertama berakhir 25-17.
Baca juga:
Klasemen Proliga Feminina 2026 kian tidak menentu: Medan Falcons terpelanting ke dasar, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia bertengger di puncak.
Jakarta, Pertamina Enduro bangkit di set kedua. Di bawah pimpinan Tisya Amally, permainan mereka lebih tersusun dan agresif. Aces dari Megawati Hangestri membangkitkan semangat tim hingga Pertamina Enduro menutup set kedua dengan skor tipis 25-23 dan menyamakan kedudukan 1-1.
Namun, kebangkitan itu tak berlangsung lama. Phonska Plus kembali menguasai set ketiga lewat blok ketat Oleksandra Bytsenko dan pukulan keras Annie Mitchem. Selisih poin melebar, dan Phonska Plus menutup set ketiga dengan skor 25-18.
Baca juga:
Garuda Jaya meraih tiga poin penting di Proleague 2026 usai menaklukkan Falcons Field.
Set keempat berlangsung sengit setelah Pertamina Enduro memimpin. Namun, ketenangan Phonska Plus menjadi penentu. Mereka perlahan bangkit, membalikkan keadaan, dan menang 25-20 sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1.
Setelah pertandingan, pelatih Enduro Jakarta Pertamina, Bulent Karsioglu, berbicara terbuka mengenai penampilan timnya. Ia mengakui bahwa kondisi skuadnya belum ideal, mengingat faktor kesehatan para pemain.
“Kami tidak memulai dengan kekuatan penuh karena ada beberapa pemain yang mengalami masalah kesehatan,” kata Bullent usai laga, seperti dikutip Proliga.
Meski kalah, pelatih Turki itu menegaskan bahwa peluang Pertamina Enduro lolos ke semifinal masih terbuka.
“Kami baru bermain tiga laga. Kami masih punya peluang untuk menempati posisi empat besar,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Allesandro Lodi, menilai kemenangan timnya bukanlah kebetulan. Ia menyebut persiapan dan analisis lawan menjadi kunci keberhasilan timnya.
“Outro lado” berarti “Sisi lain” dalam bahasa Indonesia.
“Kami sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan Pertamina. Kami belajar setiap kali bertanding,” ujar Lodi.





















