StudioKctus
Berita  

Terminal Peti Kemas IPC Tingkatkan Digitalisasi Layanan

Selasa, 20 Januari 2026 – 05.40 WIB

Jakarta – IPC Terminal Petikemas menetapkan arah strategis perusahaan untuk 2026, yaitu “Keunggulan Operasional dan Layanan”, sebagai langkah awal dalam pelaksanaan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) 2026–2030.

Baca juga:

Xbox Game Pass mencopot tujuh game sekaligus; berikut daftarnya.

Komitmen ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan pelabuhan, memperkuat konektivitas logistik, menjamin pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi perusahaan dan perekonomian nasional.

“Kebutuhan utama adalah memperkuat operasi dan layanan agar IPC TPK dapat memberikan manfaat optimal kepada pengguna layanan, masyarakat, dan pemegang saham, sekaligus memperkuat peran pelabuhan dalam mendukung arus logistik nasional,” kata Direktur Utama Terminal Peti Kemas IPC, Guna Mulyana, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Baca juga:

Gaspol mendigitalisasi usaha kecil dan menengah, kini transaksi pun bisa “berbicara”.

Rencana Induk IPC Terminal Peti Kemas 2026–2030 disusun dalam tiga tahap pengembangan: keunggulan operasional dan layanan, peningkatan bisnis serta konektivitas, dan pembangunan berkelanjutan.

Ketiga tahap ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan akan layanan terminal peti kemas yang andal, terintegrasi, dan kompetitif di tengah dinamika industri logistik global.

Baca juga:

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menjamin layanan TransJakarta tidak akan dikurangi meskipun ada pemangkasan anggaran.

Dalam tahap pertama, IPC TPK berfokus pada penguatan kinerja operasional dan kualitas layanan sebagai fondasi utama.

Perubahan ini bertujuan menjamin proses bongkar muat yang lebih efisien, aman, dan konsisten, sekaligus menawarkan jaminan layanan bagi pengguna, pelaku logistik, serta mitra bisnis.

Untuk mendukung penguatan ini, IPC TPK menerapkan program berkelanjutan untuk menormalkan, menyistemasikan, dan mengintegrasikan operasi terminal, sekaligus mempercepat digitalisasi layanan yang dimulai tahun lalu guna meningkatkan transparansi, kecepatan layanan, dan memudahkan pelanggan mengakses informasi.

Diharapkan upaya-upaya ini dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik dan memperkuat kepercayaan pengguna layanan.

Pada 2026, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari berbagai program transformasi digital yang telah diterapkan sepanjang tahun lalu.

Salah satu bagian dari program tersebut adalah penerapan Sistem Reservasi Terminal (TBS) guna meningkatkan keteraturan arus dan layanan kendaraan di terminal, penerapan peralatan pemindaian kontainer untuk memperkuat aspek keamanan dan kepatuhan, serta penerapan Sistem Operasional Terminal (TOS) Nusantara dengan dua sistem induk.

Ambos, khususnya PARAMA dan PRAYA, menjadi tulang punggung pengelolaan operasional terminal yang terstandar, terintegrasi, dan berbasis data.

“Outro lado” dalam bahasa Indonesia berarti “sisi lain”.

Selain memperkuat operasi IPC, TPK juga tengah menata ulang model bisnisnya untuk memperkokoh perannya sebagai operator terminal peti kemas di bawah Pelindo Terminal Petikemas Subholding (SPTP).

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.