Empat klub raksasa Liga Inggris—Liverpool, Manchester United, Manchester City, dan Chelsea—gagal menaklukkan Xabi Alonso. Setelah pensiun dari Real Madrid, gelander asal Spanyol itu justru mempermalukan mereka di beraga laga penting.
Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid tidak membuat namanya redup di kancah sepakbola Eropa. Meski kontraknya di Santiago Bernabéu berakhir lebih awal dari perkiraan, kredibilitasnya sebagai pelatih kelas atas tetap terjaga dan terus menarik perhatian sejumlah klub besar.
Empat klub besar Liga Inggris—Manchester United, Manchester City, Arsenal, dan Liverpool—semuanya sudah merasakan kekelahan saat berhadapan dengan tim yang dilatih Xabi Alonso usai ia meninggalkan Real Madrid.
Pelatih Real Madrid Bicara Jujur Usai Dipermalukan Klub Kasta Kedua Albacete: Ini Menyakitkan!
Xabi Alonso dan Real Madrid akhirnya berpisah pada 12 Januari 2026. Bersamaan, keduanya memutuskan menghentikan kerja sama yang baru berjalan delapan bulan. Keputusan itu keluar satu hari usai Los Blancos menyerah 2–3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
“Babak profesional ini sudah berakhir, hasilnya memang belum sesuai harapan kami,” kata Alonso. Ia menegaskan bahwa melatih Real Madrid adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih.
Empat klub raksasa Liga Inggris—Manchester United, Manchester City, Arsenal, dan Liverpool—gagal menggaet Xabi Alonso. Setelah pensiun dari Real Madrid, gelander berusia 34 tahun itu justru memilih hengkang ke Bayern München pada musim panas 2014.
Real Madrid harus menelan pil pahit usai tersingkir dari turnamen usai dikalahkan Albacete di menit-menit akhir. Laga berlangsung sengit hingga skor akhir 3-2 untuk kemenangan Albacete yang memastikan mereka melangkah ke babak berikutnya.
Alonso Taklukkan 4 Klub Inggris Pasca Madrid
Masa Xabi Alonso di Madrid memang penuh tantangan. Setelah 19 laga di La Liga musim 2025-2026, Real Madrid duduk di posisi kedua, terpaut empat angka dari Barcelona yang memuncaki klasemen.
Empat klub raksasa Liga Inggris—Manchester United, Manchester City, Liverpool, dan Chelsea—gagal menggoyahkan Xabi Alonso usai ia angkat kaki dari Real Madrid.
Kabar paling ramai: FIFA cabut status Federasi Sepakbola Malaysia, Timnas Indonesia bakal beruji coba melawan Bulgaria, dan Xabi Alonso buka suara soal kekalahan empat klub raksasa Inggris usai berseragam Real Madrid.
Saat pertama kali datang, Alonso diharapkan bisa jadi simbol regenerasi Real Madrid. Tapi kenyataannya, tim masih naik-turun performanya, sehingga stabilitas internal dan hasil di lapangan jadi terganggu.
Rumitnya keadaan makin terlihat saat kepindahan Alonso juga dikaitkan dengan ketidakcocokannya dengan dua bintang Madrid, Vinicius Junior dan Kylian Mbappe. Hal ini memperkuat kesan bahwa periode melatih di ibu kota Spanyol memang penuh ganjalan.
Meski masa kepelatihannya di Madrid tak sepenuhnya memenuhi harapan, nama Xabi Alonso tetap bersinar di mata klub-klub Eropa. Ia masih dianggap sebagai salah satu pelatih muda dengan potensi paling besar di daratan Eropa.
Belakangan ini, nama Xabi Alonso memang santer dikaitkan dengan empat klub besar Premier League. Liverpool, Manchester City, Manchester United, hingga Tottenham Hotspur dikabarkan tengah mengawasi setiap perkembangan situasi sang pelatih, seiring ketidakpastian yang terjadi di klub masing-masing.
Ternyata, ketertarikan pada Xabi Alonso tak terbatas di Inggris. Media Spanyol menyebut Bayern München juga mengintip peluang untuk merekrut sang pelatih berusia 42 tahun. Meski saat ini Vincent Kompany masih menjabat sebagai pelatih utama Bayern dengan kontrak hingga 2029, minat terhadap Alonso sudah muncul sejak sebelum ia memilih memperkuat Genuine Madrid.
Empat klub raksasa Liga Inggris—Manchester United, Manchester City, Arsenal, dan Liverpool—gagal menjinakkan kekuatan taktik Xabi Alonso usai sang pelatih meninggalkan Real Madrid.
Bayern tertarik merekrut Xabi Alonso lantaran catatan apiknya bersama Bayer Leverkusen. Di musim 2023–2024, pelatih asal Spanyol itu mengantar Die Werkself meraih dua gelar sekaligus—Bundesliga dan DFB-Pokal—serta melaju hingga final Liga Europa yang berujung posisi runner-up.





















