Shreyas Iyer Kembali ke Tim T20I Setelah Dua Tahun
Tim India mengumumkan perubahan skuad di tengah seri T20I lawan Selandia Baru: Shreyas Iyer dipanggil untuk tiga laga pertama menggantikan Tilak Varma yang mengalami cedera.
Keputusan ini muncul saat India bersiap menyambut New Zealand dalam seri lima T20I, yang laga perdananya bakal bergulir segera setelah rangkaian ODI selesai. Tilak Varma, si pemukul kidal muda, dipastikan absen di tiga laga awal karena cedera perut yang baru saa menimpanya, sehingga tim penyeleksi pun harus buru-buru mencadangkan penggantinya.
Shreyas Iyer kembali masuk skuad India T20I setelah terakhir kali tampung pada 2023; pemanggilannya yang lama dinanti ini bisa jadi momen penting untuk membangkitkan kembali karier internasionalnya.
Keputusan memanggil kembali Shreyas Iyer justru jadi bahan perbincangan. Padahal, sebelumnya ia tampil impresif lalu tiba-tiba didepak dari skuat. Langkah BCCI yang menurunkan statusnya langsung disorot; banyak pihak menilai badan pengurus itu abai terhadap talenta sebesar Iyer.
Keputusan meniadakan Iyer memang sempat menimbulkan tanda tanya, apalagi ia tampil stabil di masa lalu. Setelah perjuangan panjang, ia akhirnya kembali dipanggil. Pemanggilan ini jelas menjadi angin segar bagi Iyer yang kini berusia 31 tahun, sekaligus kesempatan emas untuk membuktikan diri dan mengamankan tempatnya di tim T20.
Shreyas Iyer Dipuji Setelah Kerja Kerasnya
Keputusan memanggil kembali Shreyas Iyer memang bisa dipandang sebagai penghormatan atas performa stabilnya di IPL beberapa musim terakhir. Tahun 2024, sebagai kapten Kolkata Knight Riders, ia berhasil mengantarkan timnya juara—bukan sekadar tampil gemilang dengan bet, tapi juga membuktikan ia tetap tenang dan tegas memimpin di tengah tekanan.
Tahun depan, 2025, Iyer menuntun Punjab Kings hingga partai puncak, hanya tersisih di laga terakhir. Di level individu, ia tampil sebagai mesin pencetak: lebih dari 600 run musim lalu dengan strike-rate yang berhasil memadukan agresivitas dan kontrol.
Dengan kontrol terhadap putaran dan kecepatan yang apik, plus jam terbang di pertandingan berintensitas tinggi, ia otomatis jadi kartu as tim India—terlebih di gaya permainan yang menuntut stabilitas pada papan skor menengah.
Alasan Shreyas Iyer Pas di Posisi No. 3
Alasan paling menggoda buat memasukkan Shreyas Iyer justru soal kestabilan. Di tengah deret pemukul hemat waktu kayak Abhishek Sharma di posisi pembuka, juga finisher-finisheer ganas Hardik Pandya dan Rinku Singh yang haus boundary, Iyer bisa jadi “pengikat” di nomor tiga; ia tak terburu-buru menembak, tapi cukup sigap memutar strike serta menunggu bola buruk untuk dipukul jauh.
Gaya bermain klasik Shreyas membuatnya bisa memutar bowling lawan dengan tenang, menata inning, dan jadi penyangga saat mengejar target berat atau saat gawal cepat jebol. Berbeda dengan Tilak yang lebih ngotot dan bernuansa muda—potensinya memang besar, tapi belum selembut pengalaman internasional Shreyas yang sudah puluhan kali tampil di level atas.
Selain itu, keahlian Shreyas Iyer menghadapi bola-bola berputar—yang sudah sering ia tunjukkan di IPL—berpotensi jadi senjata utama India untuk menyerang para pemintal Selandia Baru seperti Mitchell Santner, apalagi jika pertandingan digelar di lapangan yang mendukung spin.
Pengalaman Shreyas Iyer sebagai pemimpin bisa menular ke skuad yang kini dipimpin Suryakumar Yadav, sehingga tim terasa lebih kompak. Kehadirannya juga bisa memangkas beban kapten; Surya pun punya ruang lebih untuk menemukan kembali ketukan terbaiknya yang akhir-akhir ini tampak menghilang.
Kehadiran Iyer memperkuat barisan tengah India yang kerap kali goyah saat diperas. Di T20I dia sudah terverifikasi: rata-rata di atas 30, strike-rate sekitar 140, plus beberapa inning pamungkas di seri timbal balik maupun IPL.
Tiga laga ini sekaligus jadi laboratorium jelang T20 World Cup 2026: India butuh pemain yang langsung nyetel di setiap kondisi. Jika Shreyas tampil meyakinkan, jatah tetap di skuad pun bisa kembali diragukan, sehingga rangkaian inti tim berpotensi dipasang ulang.
Berikan Shreyas Iyer kesempatan lebih lama.
Keputusan itu datang dengan risiko. Iyer baru dipanggang untuk tiga T20I pertama; begitu Varma pulih, ia dipastikan kembali di dua laga terakhir, sehingga Iyer butuh performa istimewa untuk menahan tempatnya jangka panjang. Varma dinilai sebagai wajah baru kriket India: pukulan berani sejak bola pertama dan akselerasi cepat, cocok dengan spirit T20 modern.
Kalau Iyer langsung tampil biasa-biasa saja, masa percobaan singkat ini justru akan memperjelas tanda tanya soal ketajamannya di T20 usai absen dua tahun. Dan bila ia malah meledak, Tilak Varma tetap akan terasa sayang untuk diparkir di bangku cadangan karena sebetulnya ia juga layak tampil.
Jadi, yang sekarang jadi PR manajemen tim adalah: bisa nggak mereka menurunkan starting XI yang sekaligus menampung Iyer dan Verma di bawah komando kapten Suryakumar Yadav?
Alasan Tilak Varma Absen T20I Lawan Selandia Baru
Tilak Varma dipastikan absen di tiga laga T20I awal karena cedera perut; ia baru bisa turun lagi di dua pertandingan terakhir.
Rekor IPL Shreyas Iyer: Alasan Tepat Tilak Digantikan?
Shreyas Iyer berhasil mengantar KKR juara IPL 2024 dan membawa PBKS lolos ke babak akhir IPL 2025. Di musim terakhir, ia mengumpulkan lebih dari 600 run dengan strike rate yang impresif.
Ikuti terus kabar terbaru lewat Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube Khel Currently Cricket; unduh juga aplikasi Khel Sekarang di Android atau iOS dan bergabung di komunitas WhatsApp serta Telegram kami.





















