Persita Tangerang dan PSM Makassar masing-masing harus membayar denda Rp 50 juta karena pelanggaran yang terjadi pada laga mereka di Stadion Pakansari, Jumat (16/1/2026) pukul 16.20 WIB.
Jakarta – Komite Disiplin PSSI mengumumkan hasil sidang yang digelar pada 2–3 Januari 2026. Di antara berbagai keputusan, Persita Tangerang dan PSM Makassar sama-sama terkena denda Rp 50 juta karena pelanggaran disiplin di kompetisi musim 2025/2026.
Persita Tangerang dan PSM Makassar harus merogoh kocek masing-masing Rp 50 juta. Denda itu ditegaskan oleh Komisi Disiplin dan Etik (KDE) PT Liga Indonesia Baru karena dua pelanggaran yang terjadi pada laga mereka di Stadion Indomilk Arena, Rabu (15 Mei 2024) lalu.
Persita Tangerang dan PSM Makassar harus merogoh kocek masing-masing Rp 50 juta setelah Komisi Disiplin dan Etik (CDE) PSSI menjatuhkan sanksi denda. Denda tersebut dikenakan karena kedua klub dianggap lalai dalam menjaga keamanan dan ketertiban penonton saat laga berlangsung.
Persita Tangerang dan PSM Makassar harus merogoh kocek masing-masing Rp 50 juta sebagai denda maksimal akibat pelanggaran yang mereka lakukan.
Persita Tangerang harus membayar denda Rp 50 juta. Hal ini terjadi karena pada laga kontra Arema FC, 30 Desember 2025, empat pemain dan satu ofisial timnya kantongi kartu kuning. Komdis PSSI menilai akumulasi pelanggaran itu sudah menyentuh batas maksimal, sehingga klub otomatis dikenai sanksi denda penuh sesuai regulasi.
Persita Tangerang dan PSM Makassar harus merogoh kocek masing-masing Rp 50 juta sebagai denda akibat pelanggaran yang mereka lakukan.
Persita dan PSM harus merogoh kocek masing-masing Rp 50 juta karena ulah suporter mereka yang rusuh. Denda ini disematkan oleh Komisi Disiplin dan Etik PSSI usai insiden kericuhan saat laga berlangsung.
Dalam laga itu, Persita juga kena sanksi tambahan untuk individu. Andrean Benyamin Rindorindo langsung diganjar kartu merah usai dianggap menghalangi peluang mencetak gol tim lawan.
Komdis PSSI menghukum pemain tersebut dengan tambahan hukuman: dipaksa absen satu laga plus denda Rp 10 juta.
Persita Tangerang dan PSM Makassar harus merogoh kocek masing-masing Rp 50 juta setelah Komisi Disiplin dan Etik (CDE) PSSI menjatuhkan sanksi denda. Denda tersebut dikenai karena kedua klub dianggap lalai dalam mengelola suporter yang melakukan pelanggaran selai pertandingan.
Komisi Disiplin PT LIB menjatuhkan denda Rp 50 juta kepada Persita Tangerang dan PSM Makassar karena pelanggaran yang dilakukan pada laga pekan ke-28 BRI Liga 1 2023/2024. Persita terkena sanksi karena supporternya melempar botol minuman ke area lapangan, sementara PSM didenda karena para pemainnya menerobos masuk ke ruang wasit usai pertandingan.
PSM Makassar juga harus merogoh kocek Rp 50 juta. Denda ini menyusul kartu kuning yang berjejer kepada lima pemainnya saat bentrok dengan Persib Bandung pada 27 Desember 2025. Wasit dan kompetisi menilai kartu-kartu itu sebagai bukti tim tak tertib, sehingga mengganggu kelancaran laga.
Klub Lain yang Juga Disanksi Komdis PSSI
Tak cuma Persita dan PSM, Komdis PSSI juga menghukum klub-klub lain di beragam tingkat kompetisi. Persis Solo misalnya, harus membayar denda Rp 25 juta larena kecolongan: sekelompok suporter tim lawan ternyata masuk ke stadion saat mereka bertamu ke markas Persik Kediri.
Di kompetisi Pegadaian Champion, Deltras FC terkena denda Rp 12,5 juta gara-gara ada suporter tim lawan yang masuk ke stadion saat mereka berhadapan dengan Persiku Kudus. Sementara itu, Persekat juga kena sanksi Rp 25 juta karena lima pemainnya kumpul kartu kuning dalam satu laga.
Persita Tangerang dan PSM Makassar harus merogoh kocek masing-masing Rp 50 juta sebagai denda akibat pelanggaran yang mereka lakukan.
Komdis PSSI membeberkan sanksi terberatnya pada Persiba Balikpapan. Klub yang dijuluki Beruang Madu itu harus membayar denda Rp 60 juta karena enam flare dinyalakan supporternya di tribun selatan saat berlaga melawan Kendal Tornado FC.
Selain itu, Persiba masih harus membayar denda Rp 25 juta karena lalai menyediakan minibus dan mobil box untuk tim tamu.
Badan Disiplin Indonesia (BDI) menjatuhkan denda Rp 50 juta kepada klub Persita Tangerang dan PSM Makassar. Sanksi ini diberikan karena massa suporter kedua tim melakukan pelanggaran saat laga berlangsung.
Panitia pelaksana laga Sriwijaya FC vs PSMS Medan hanya ditegur keras usai satu suporter turun ke lapangan; petugas cepat menjinakkan situasi sehingga tidak memburuk.





















