Jumat, 16 Januari 2026 – 20:01 WIB Fary Francis mengusulkan pembentukan kawasan bebas dagang di Papua agar investor lebih tertarik masuk dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, mengusulkan agar Papua juga dibentuk kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ). Menurutnya, pengalaman Batam membuktikan bahwa kebijakan itu mampu memikat investor sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi.
SORONG – Fary Francis, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, mendorong pembentukan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di Papua. Menurutnya, pengalaman Batam yang sukses menarik investasi melalui skema serupa bisa dijadikan pelajaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Ia menyampaikan usulannya itu pada Seminar Nasional Pembangunan Indonesia yang berlangsung di Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (16/1).
Seminar bertema “Transformasi Investasi untuk Pembangunan Papua yang Inklusif dan Berkelanjutan” dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, serta perwakilan dari instansi pusat dan pemerintah setempat.
Menurut Fary Francis, rendahnya realisasi investasi di Provinsi Papua Barat Daya salah satunya karena belum tersedianya kawasan perdagangan bebas.
Data BPS terbaru menunjukkan bahwa Papua Barat Daya hingga 2025 dihuni 636.434 jiwa di luas wilayah sekitar 39.122 km². Meski tergolong provinsi paling jarang penduduk di Indonesia, justru itulah yang menjadi tantangan utama dalam menggaet investor untuk masuk.
Batam, yang notabene kota kecil di Kepulauan Riau, berstatus Kawasan Perdagangan Bebas dan berhasil menyerap investasi nyata lebih dari Rp 60 triliun hingga akhir Desember 2025. Jumlah ini jauh melampaui capaian Papua Barat Daya yang hanya Rp 2,4 triliun, seiring belum adanya kebijakan Free Trade Zone yang menyeluruh di wilayah tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa kebijakan kawasan perdagangan bebas bisa jadi pemicu utama investasi dan laju ekonomi.
Fary Francis menegaskan bahwa lima langkah strategis harus segera digulirkan guna memperbanyak investasi sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di Tanah Papua.
Fary Francis menyebut ada lima langkah strategis yang harus segera dilakukan untuk menarik investasi sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di Tanah Papua.

Anggota DPR Fary Francis mengusulkan agar Papua dijadikan Kawasan Bebas Dagang (KBD) agar investor lebih tertarik masuk dan berinvestasi di wilayah tersebut.





















