StudioKctus
Berita  

AS Waspada: Latihan Militer Meksiko hingga Amerika Selatan Ancam Penerbangan

Peringatan itu muncul setelah Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan telah memperoleh “hasil yang meyakinkan” dalam menindak kartel narkoba, tidak lama setelah Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan militer ke negara tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan waspada bagi semua maskapai penerbangan komersial setelah Meksiko dan sejumlah negara Amerika Selatan mengumumkan latihan militer berskala besar. Latihan ini dijadwalkan berlangsung mulai 17 Januari 2026 dan diproyeksikan dapat mengganggu rute-rute udara utama di kawasan tersebut. Otoritas penerbangan AS menekankan agar pilot dan operator penerbangan memperbarui rencana rute serta memantau instruksi tambahan guna menghindari risiko keselamatan akibat aktivitas militer yang berpotensi menutup sebagian ruang udara.

Washington — Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keamanan penerbangan setelah Meksiko dan sejumlah negara Amerika Selatan mengumumkan latihan militer berskala besar. Latihan tersebut diperkirakan berlangsung mulai pekan depan dan mencakup wilayah udara strategis yang menjadi rute utama penerbangan komersial dari dan ke Amerika Serikat. Badan Penerbangan Federal AS (FAA) menyatakan, manuver tempur serta peluncuran rudal tanpa pemandu selama latihan berpotensi mengganggu jalur penerbangan sipil. “Kami menilai ada risiko kesalahan identifikasi atau serangan tidak sengaja terhadap pesawat komersial,” bunyi pengumuman FAA, Rabu (12/6). Sebagai respons, maskapai AS dianjurkan mengajukan rute alternatif, menambah cadangan bahan bakar, serta mempersiapkan rencana darurat bila harus mengalihkan penerbangan. FAA menegaskan tidak ada larangan terbang, namun semua operator wajib melaporkan posisi setiap 15 menit saat melintas zona latihan. Latihan yang diberi kode “Surya Selatan” melibatkan armada pesawat tempur, helikopter serang, dan kapal perang dari Meksiko, Brasil, Argentina, Chile, Kolombia, dan Peru. Pusat operasi disiapkan di pangkalan udara Santa Lucia, sekitar 40 kilometer utara ibu kota Meksiko, serta di enam pangkalan tambahan di sepanjang pesisir Pasifik. Juru bicara Kementerian Pertahanan Meksiko, Jenderal Arturo Medina, mengonfirmasi latihan akan berlangsung selama dua pekan dan merupakan bagian dari kerja sama keamanan regional. “Tujuan utamanya adalah latihan interoperabilitas dalam menghadapi ancaman transnasional,” ujarnya tanpa merinci skenario spesifik. Sementara itu, asosiasi maskapai Internasional (IATA) meminta semua pihak memastikan keselamatan penumpang tetap terjaga. “Kami mendukung langkah FAA dan akan memantau situasi secara real-time,” kata juru bicara IATA. FAA memperkirakan dampak paling terasa pada rute Los Angeles–São Paulo, Miami–Bogotá, serta Dallas–Santiago. Penumpang disarankan memantau status penerbangan secara berkala dan mempersiapkan kemungkinan penundaan hingga 90 menit selama masa latihan.

Washington DC – Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keamanan penerbangan setelah Meksiko dan sejumlah negara Amerika Selatan mengumumkan latihan militer berskala besar. Latihan ini diperkirakan berlangsung mulai pekan depan dan mencakup wilayah udara di atas Laut Karibia serta sebagian Samudra Pasifik. Menurut juru bicara Federal Aviation Administration (FAA), rute-rute utama dari dan menuju Florida, Texas, serta jalur transit ke Amerika Tengah dan Selatan berpotensi mengalami penundaan atau pengalihan. “Kami menyarankan maskapai untuk menyiapkan rencana alternatif dan memperbarui informasi penumpang secara berkala,” ucapnya dalam konferensi pers, Jumat (14/6). Peringatan resmi telah disampaikan kepada operator penerbangan komersial dan kargo melalui NOTAM (Notice to Airmen). Sementara itu, Pentagon menyatakan akan memantau latihan tersebut agar tidak menyentuh zona udara AS, namun tetap mewaspadai kemungkinan gangguan teknis maupun kesalahan navigasi.

Washington — Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan waspada bagi semua maskapai yang melintas di ruang udara Meksiko hingga Amerika Selatan. Peringatan itu disusul latihan militer besar-besaran yang digelar di wilayah tersebut. Karena latihan tersebut dianggap bisa mengganggu jalur penerbangan komersial, otoritas penerbangan AS mewajibkan pilot untuk mematuhi rute alternatif dan tambahan bahan bakar agar tetap aman.

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengimbau semua maskapai agar ekstra waspada saat melintasi ruang udara Meksiko, negara-negara Amerika Tengah, Ekuador, dan Kolombia. Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya aktivitas militer di wilayah tersebut.

Jumat lalu, FAA mengeluarkan serangkaian himbauan. Langkah ini muncul saat kehadiran militer AS di Amerika Latin makin meningkat. Situasi memanas setelah serangan AS ke Venezuela, peringatan keras Presiden Donald Trump kepada Kuba, serta ancaman operasi militer terhadap kartel narkoba di Meksiko dan Kolombia. Gabungan kejadian ini membuat warga kawasan tersebut merasa cemas.

Latihan Militer Meksiko Ganggu Penerbangan AS

AS Waspada: Latihan Militer Meksiko hingga Amerika Selatan Ancam Penerbangan Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keamanan penerbangan setelah Meksiko dan sejumlah negara Amerika Selatan mengumumkan latihan militer berskala besar. Latihan ini dijadwalkan berlangsung dari semenanjung Yucatán hingga perbatasan Argentina, sehingga berpotensi mengganggu rute penerbangan komersial di seluruh wilayah tersebut. Menurut Federal Aviation Administration (FAA), pesawat sipil wajib menghindari beberapa zona yang ditetapkan selama latihan berlangsung. Zona-zona tersebut akan aktif 24 jam selama tiga hari berturut-turut, mulai pukul 06.00 UTC hari pertama hingga 06.00 UTC hari keempat. Operator pesawat diminta mengajukan rute alternatif paling lambat 12 jam sebelum keberangkatan. Pemerintah Meksiko menegaskan latihan ini merupakan bagian dari kerja sama pertahanan regional dan tidak ditujukan pada negara tertentu. Namun, pihak AS tetap mewaspadai risiko kesalahan identifikasi yang bisa membahayakan pesawat sipil. Maskapai penerbangan utama seperti American Airlines, Delta, dan United telah menyesuaikan jadwal serta rute penerbangan internasional mereka untuk menghindari konflik.

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menerbitkan peringatan soal “kondisi yang berpotensi membahayakan” di sejumlah ruang udara, termasuk atas Samudra Pasifik dan Teluk California yang juga populer dengan sebutan Laut Cortés.

FAA menyatakan bahwa peringatan yang dikeluarkan pada hari Jumat tersebut akan tetap berlaku selama 60 hari ke depan.

Sebulan lalu, pesawat penumpang JetBlue yang hendak terbang ke New York terpaksa berbelok tajam agar tak berbenturan dengan pesawat tanker milik Angkatan Udara AS di langit dekat Venezuela.

JetBlue Penerbangan 1112 baru saja lepas landas dari Curacao, negara Karibia, dan tengah melayari rute sekitar 64 km di lepas pantai Venezuela ketika pilot Airbus itu melaporkan berpapasan dengan jet militer. Pesawat angkatan udara tersebut tampak tidak menyalakan transponder.

Setelah serangan militer Amerika Serikat pada 3 Januari di Caracas yang menyasar Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Donald Trump kini mempertimbangkan langkah militer tambahan di kawasan tersebut, termasuk di Kolombia.

Presiden Trump menyatakan pekan lalu bahwa kartel narkoba sudah menguasai Meksiko dan menegaskan Amerika Serikat “akan mulai menyerang” mereka. Pernyataan ini merupakan bagian dari rangkaian ancaman untuk mengerahkan militer guna menumpas penyelundupan obat-obatan.

Serangan di Venezuela membuat FAA membatasi seluruh penerbangan di kawasan Karibia. Akibatnya, maskapai-maskapai besar terpaksa membatalkan ratusan penerbangan.

Meksiko Catat Hasil Latihan Menarik

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan pada Jumat bahwa langkah menindak kartel narkoba dan memperlambat arus migrasi menuju utara mulai menunjukkan hasil yang cukup menjanjkan. Pernyataan ini disampaikan usai Donald Trump mengancam akan menyerang kartel-kartel narkoba di Meksiko.

Sheinbaum mencoba meredam kekhawatiran Trump sekaligus membangun hubungan yang solid antara pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat.

Kamis lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Meksiko Juan Ramon de la Fuente saling menelepon. Usai pembicaraan, keduanya mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut masih banyak hal yang harus dikerjakan bersama untuk menghadapi ancaman yang sama.

Dalam konferensi pers Jumat pagi, Sheinbaum menyampaikan bahwa pemerintah Meksiko telah membuat kemajuan nyata: angka pembunuhan turun tajam, penyitaan fentanil di perbatasan oleh otoritas AS jauh berkurang, dan arus migrasi menjadi jarang.

Presiden kembali mendesak Washington menghentikan aliran senjata dari Amerika ke Meksiko. Ia juga menegaskan bahwa konsumsi narkoba di Amerika menjadi pemicu utama kekerasan kartel di negaranya.

“Pihak lain juga harus turut andil. Krisis konsumsi yang terjadi di sana perlu ditangani dari sisi kesehatan masyarakat, misalnya lewat kampanye edukasi,” ujar Sheinbaum.

Minggu lalu, Sheinbaum dan Trump sempat berbicara via telepon. Dalam percakapan itu, Presiden Meksiko menyampaikan bahwa campur tangan militer Amerika Serikat di negaranya tidak dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.