Walikota Minneapolis, Jacob Frey, memberikan pernyataan pada hari Jumat.
“Terdapat lima belas petugas ICE, dan mereka menembaknya karena dia menolak membuka pintu mobil,” ujar seorang penelepon di sela umpatan.
“Petugas ICE menembaki kaca depan mobil,” ujar salah satu penelepon sambil operator terus memintanya untuk tenang dan perlahan napas. “Dia mengeluarkan darah.”
Setelah Good dinyatakan meninggal di rumah sakit setempat, polisi berusaha mengamankan petugas ICE dari lokasi. Sementara itu, sekelompok pengunjuk rasa yang marah memotong kabel kamera pengawas di sekitar tempat kejadian, demikian tercatat dalam laporan insiden yang memuat komunikasi antar petugas tanggap darurat.
Petugas penegak hukum federal di St. Paul, Minnesota, mengonfirmasi penyelidikan pada hari Jumat.
Kurang lebih 80 menit usai kejadian, seseorang terdengar berteriak, “ICE DIKELONG,” demikian tercantum dalam laporan.
Sejak Renee Good, ibu dari tiga anak berusia 37 tahun, ditembak di balik kemudi mobilnya pada 7 Januari lalu oleh petugas ICE Jonathan Ross, kota terbesar di Minnesota semakin memanas. Warga dan aparat federal kini berhadapan dalam ketegangan yang tak kunjung mereda.
Saat itu, Renee Good sedang ikut serta dalam salah satu aksi patroli lingkungan yang diinisiasi oleh aktivis lokal. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendeteksi dan memantau kehadiran serta operasi aparat Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di wilayah tersebut.
Renee Good tampak di dalam mobilnya beberapa saat sebelum ditembak mati. (Foto: Berita Alfa/X)
Insiden penembakan terjadi satu hari setelah pemerintahan Trump mengumumkan pengiriman 2.000 petugas imigrasi ke Minneapolis. Operasi tersebut disebut oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS sebagai yang terbesar dalam sejarah.
Jumlah personel Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) melonjak hingga hampir 3.000 orang, jumlah yang jauh melebihi jumlah polisi lokal di wilayah metropolitan Minneapolis–St. Paul.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) sedang menyelidiki sejumlah pejabat di negara bagian Minnesota terkait kematian Renee Good, yang tewas akibat penembakan.
Sejak razia ICE makin marak, petugas menangkap imigran maupun para demonstran. Tak jarang mereka membongkar kaca mobil dan menyeret orang keluar. Beberapa agen bahkan dicegat massa yang menghina serta meneriaki mereka usai menahan warga kulit hitam dan Latin yang ternyata adalah warga negara Amerika Serikat.
Pejabat era pemerintahan Trump menyatakan keberatan atas apa yang mereka sebut “doxing” terhadap aparat federal, termasuk Ross. Menurut mereka, praktik membeberkan identitas itu membahayakan keselamatan petugas hingga akhirnya para agen terpaksa memakai masker untuk menutupi wajah demi melindungi diri.
Dalam insiden penembakan yang menewaskan Renee Good, mantan Presiden Trump serta sejumlah pejabat lain menyatakan bahwa Good diduga sengaja mengarahkan mobilnya untuk menabrak Ross dan beberapa agen yang berada di tempat kejadian.
Dalam rekaman terlihat Renee menoleh ke arah lain saat dihadapkan petugas, sementara pejabat kota maupun negara bagian dari Partai Demokrat menolak narasi resmi dan menyebutnya tidak benar.
Pemerintahan Trump menyatakan bahwa Ross terluka dalam insiden itu—meski rekaman video memperlihatkan dia masih bisa berjalan setelah kejadian—dan menegaskan bahwa dia pernah mengalami cedera serius beberapa bulan sebelumnya dalam sebuah penghentian lalu lintas yang tidak berkaitan, saat tubuhnya terseret ke belakang kendaraan.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) tengah menyelidiki sejumlah pejabat di negara bagian Minnesota terkait kematian Renee Good, yang tewas akibat penembakan.
Ikuti laporan langsung dari koresponden kami di luar negeri tentang berita-berita terpenting di seluruh dunia. Daftar sekarang untuk menerima buletin mingguan kami, What in the World.





















