Lebak, siber | Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kabupaten Lebak, Tohawi mengaku tidak tahu menahu soal adanya kegiatan pembangunan Balai Latihan Kerja(BLK) Komunitas dari Kementrian Tenaga Kerja. Karena, ia mengaku, departemen agama bukanlah Leading Sektornya.
Terlebih kata Tohawi, ada seorang pegawai Depag yang disebut sebut sebagai orang yang terlibat dalam pekerjaan BLK. Akan tetapi, jika menyebutkan nama HH, Tohawi membenarkan, jika HH merupakan salah satu pegawainya.
Namun, kata Tohawi, nama tersebut bisa dikategerikan Oknum. Lantaran, keterlibatannya dalam kegiatan BLK bukanlah sebagai kapasitas pegawai Depag.
“Saya tidak tahu menahu soal kegiatan BLK yang disebutkan teman teman. Tapi, nama HH memang pegawai disini, namun keterlibatannya dalam kegiatan BLK, bukanlah atas nama pegawai Depag,”kata Tohawi, Selasa(26/1).
” Jangan bawa bawa Institusi Depag lah, “tambah Tohawi.
Sementara itu, anggota DPRD Banten, Iip Makmur, ketika hendak dikonfirmasi mengatakan, dia tidak berkomentar banyak. Hanya saja, dalam pesan WAnya ia menjawab, apa yang harus ia komentari.
” Kurang kumaha deui Kang, tos cukup (kurang apa lagi, udah cukup), “kata Iip.
HH, beberapa kali hendak ditemui seperti hilang jejak. Lantaran, beberapa kali ditemui di Kantor Depag belum pernah ada.
“Tadi pagi ada, cuma langsung pergi tergesa gesa, “kata salah seorang pegawai Depag Lebak yang meminta namanya dirahasiakan.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, program BLK di Kabupaten Lebak banyak menuai masalah. Lantaran, banyak seki kejanggalan.





















