StudioKctus
Berita  

Pabrik Olahan Daging Ayam Pengasinan Dihentikan karena Bau dan Bising

Pabrik Olahan Daging Ayam Pengasinan Dihentikan karena Bau dan Bising
Pabrik Olahan Daging Ayam Pengasinan Dihentikan karena Bau dan Bising

DEPOK- Senin, (09/11/2020) | Keresahan warga pengasinan dengan adanya salah satu pabrik olahan daging ayam yang beroperasi di tengah pemukiman warga tepatnya diwilayah Rt. 01 Rw. 03 Kelurahan. Pengasinan Kecamatan. Sawangan Kota Depok berujung di Hentikan.

Keberadaan sebuah pabrik yang memproduksi makanan dari olahan daging ayam yang berada tepat di tengah pemukiman warga Pengasinan Rt. 01 Rw. 03 mengundang keresahan masyarakat sekitar.

Pasalnya, pabrik tersebut kerap kali mengeluarkan aroma bau tak sedap serta suara bising yang disinyalir berasal dari suara mesin produksi olahan daging ayam tersebut.

Protesan warga terhadap adanya pabrik. terlihat dimulai dari adanya tulisan-tulisan kekesalan yang di tuliskan pada dinding pabrik olahan daging ayam, dengan bertuliskan permitaan untuk segera menutup pabrik tersebut, hingga bredarnya postingan di salah satu grup pada akun media sosial.

Hal serupa diutarakan langsung oleh salah seorang warga bernama Rokim Hidayat kepada team liputan siber.news bahwa msyarakat sekitar resah dengan adanya pabrik tersebut.

Rokim menyebutkan bahwa lingkungan merasa dirugikan karena pabrik tersebut kerap kali menimbulkan bau serta bisingnya suara mesin pada saat beroperasi.

“Memang warga kami banyak yang mengadu adanya pencemaran lingkugan yg di sebabkan dari pabrik. Kami sudah brupaya untuk mediasi namun tidak juga diindahkan oleh pihak pemilik,” ucapnya

Saat team liputan siber.news mekonfirmasi kepada pihak Kelurahan Pengasinan (09/11) terkait adanya aduan dari warga pengasinan yang meminta pihak kelurahan pengasinan untuk segera menghentikan aktivitas produksi pabrik tersebut.

“Kita akan cek langsung ke tkp, bersama binmas dan lpn,” ucapnya

Menanggapi aduan dari pada keresahan masyarakat sekitar, PJS Keluraha Pengasinan Asep Suherman, SE bersama Ketua LPM Mulyadi, Bhabinkamtibmas M. Taslim, serta RT RW sekitar mendatangi kediaman pemilik pabrik penggilingan Ayam tersebut, untuk meminta kepada pemilik pabrik segera menghentikan aktivitas produksi yang ada.

Terlebih dari pada menghindari adanya tindakan anarkis dari warga yang menolak adanya pabrik tersebut PJS kelurahan Pengasinan juga menjelaskan bahwa tidak adanya unsur pemerintah yang memberikan ijin produksi pabrik yang berada di tengah pemukiman warga.

Kesimpulan yang dihimpun dari hasil mediasi pihak kelurahan, LPM, Bahabinkamtibmas, RT RW serta dari perwakilan warga dikabarkan pihaknya memberikan waktu selama 7 hari untuk segera menutup aktivitas produksi pabrik tersebut.

“Jadi kesimpulannya kelurahan tidak akan berikan ijin karena ini kawasan pemukiman warga, kami sepakat untuk memberikan waktu salam 7 hari untuk segera menutup sgala bentuk produksi yang ada,” ucap asep saat usai mediasi

Mediasi yang sempat menimbulkan cekcok antara warga yang menolak dengan beberapa karyawan pabrik terasebut dapat terselesaikan dengan baik.

Menanggapi adanya postingan yang beredar di salah satu aku media sosial yang menyebutkan pabrik tersebut menggunakan ayam tiren, Aklis yang merupakan pemilik dan juga sbagai pelaku usaha olahan daging ayam tersebut menjelaskan bahwa hal tersebut dikatakan tidak benar.

Kepada team liputan siber.news Aklis menjelaskan bahwa dirinya membeli ayam tersebut langsung dari pabrik pemotongan ayam

“Apa yang di bicarakan tentang ayam busuk itu tidak benar, saya beli langsung dari pabriknya. Jadi ini adalah fitnah,” ungkapnya (guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.