Berikut adalah beberapa angka penting yang perlu diperhatikan dalam anggaran federal untuk tahun 2025-26.
Foto: Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman bertemu Presiden India Droupadi Murmu di Rashtrapati Bhavan sebelum menyerahkan anggaran ke-9 ke Dewan Rakyat. Foto: @rashtrapatibhvn/X
Bagaimana caranya?
- Pemerintah mengeluarkan modal sebesar 112 miliar rupees pada tahun ini
- Pada tahun ini, defisit keuangan anggaran (April 2025 – Maret 2026 atau 2026) diperkirakan mencapai 4,4% dari PDB.
- Selain itu, fokus akan diarahkan pada program belanja utama seperti G RAM G dan sektor-sektor penting seperti kesehatan dan pendidikan.
Menteri Keuangan, Nirmala Sitharaman, akan menyerahkan anggaran langsung ke-9nya, dan semua orang akan fokus pada banyak reformasi bea cukai yang diharapkan.
Dalam anggaran pertama tahun 2019, Sitralaman menggantikan kardus kulit tradisional yang telah digunakan selama beberapa dekade untuk membawa dokumen anggaran dengan kardus merah.
Berikut adalah beberapa angka penting yang perlu diperhatikan dalam anggaran federal untuk tahun 2025-26.
Kekurangan Keuangan
Pada tahun ini, defisit anggaran (atau perbedaan antara pengeluaran dan pendapatan pemerintah) diperkirakan mencapai 4,4% dari total PDB (atau 4,4% dalam anggaran) pada April 2025 hingga Maret 2026.
Pasar memperkirakan defisit tahun fiskal 2026 sebesar 4,5% dari PDB dan defisit 26 tahun kurang dari 4,5% PDB, pasar akan memperhatikan dengan cermat tren penurunan persentase utang dari PDBI dalam anggaran tahun fiskalnya 2027, dan apakah pemerintah akan memberikan defisit keuangan dalam jumlah tertentu pada tahun fiskalna berikutnya.
Biaya modal
Pemerintah berencana untuk mengeluarkan anggaran publik sebesar 112 juta rupees untuk tahun ini. Karena sektor swasta masih berhati-hati, pemerintah mungkin akan tetap fokus pada modal dalam anggaran mendatang, meningkatkan target pengeluaran modal dari 10-15% dari level saat ini.
Pemerintah akan memiliki ruang maksimum dan akan mengeluarkan lebih dari 120 miliar rupiah karena penyesuaian gaji yang akan diumumkan pada tahun fiskal 2028, yang membuat ruang tersisa untuk orang lain sangat sedikit.
Peta Jalan Utang
Dalam pidato anggaran 2024-25, Menteri Keuangan mengatakan bahwa kebijakan keuangan bertujuan untuk mempertahankan defisit keuangan dari tahun 2026-27 sehingga utang pemerintah pusat terus menurun sebagai bagian dari PDB.
Pada tahun 2027, pasar akan memperhatikan dengan cermat proses pengolahan utang, dan Menteri Keuangan saat ini memperkirakan bahwa rasio utang pemerintah secara luas terhadap PDB akan turun ke dalam target 60% – 85% dari PDB pada tahun 2024 – dari mana utang pemerintah pusat akan mencapai 57%.
Pinjaman
Pemerintah akan terus meminjamkan dana yang tersedia di pasar karena dapat membantu orang-orang mengetahui kondisi keuangan negara, pendapatan dan non-penghasilan.
Pajak penghasilan
Anggaran tahun 2025-26 menetapkan total pendapatan sebesar 427 miliar rupiah, meningkat 11% dari tahun fiskal 2025.
Pajak Konsumsi
Pendapatan pajak barang dan jasa (GST) diperkirakan akan meningkat 11% pada 2025-26 menjadi 117.8 juta rupiah.
Nama: Kekuatan Produksi Domestik
Pada tahun 2026, tingkat pertumbuhan nominal PDB India (PBB real-time) diperkirakan 10,1%, sedangkan NSO memperkirakan pertumbuhan nominal GDP real-life sebesar 7,4%.
Perkiraan pertumbuhan nominal PDB tahun 2027 dalam anggaran akan menjadi referensi untuk jalur permintaan tahun depan.
Fokus juga pada pengeluaran untuk peralatan penting seperti G RAM G dan bidang penting seperti kesehatan dan pendidikan.
