Bayangkan awan yang bersinar terlihat seperti lampu neon, tetapi bukan air tetes, melainkan sejumlah besar partikel debu yang tergeletak di luar angkasa.
Sebuah studi baru yang diterbitkan Pemeriksaan fisik Para fisikawan dari Universitas Auburn menemukan bahwa bahkan medan magnet yang sangat lemah dapat mengubah perilaku ion-ion seperti debu secara signifikan. Tim peneliti menemukan bahwa magnetisme dapat memperlambat atau mempercepat pertumbuhan nanopartikel yang melayang di dalam ion-ion.
Pada tahun 2013, para peneliti menemukan bahwa ion debu seperti partikel kecil di kotak kosong. Kami menemukan bahwa dengan memasukkan medan magnet, kita dapat membuat partikel ini tumbuh lebih cepat atau lebih lambat, dan ukuran dan umur partikel debu berbeda secara signifikan.
Foto-foto dari para ilmuwan di India
Untuk mempelajari efek ini, para peneliti menggunakan campuran gas nitrogen dan etilogen untuk membuat partikel karbon nano selama sekitar dua menit dalam kondisi normal, partikel yang berturut-turut terbentuk dan kemudian dilepaskan dari ion yang sama.
Mengapa Elektronik Penting
Saikat Thakur, penulis studi ini, menjelaskan bahwa sensitivitas sistem ion ini sangat luar biasa. ion ion adalah peserta paling ringan dalam ion, tetapi ketika mereka dimagnetisasi, mereka menentukan aturan.
Dari laboratorium ke luar angkasa
Penemuan ini dapat membantu para ilmuwan mengembangkan metode baru berdasarkan ion-ion yang berbasis pada zat cair untuk menghasilkan nanopartikel dengan karakteristik tertentu, menggunakan teknologi elektronik, lapisan permukaan, dan kuantum. Selain aplikasi yang nyata, penelitian ini juga mengungkapkan ion-ion alami yang ditemukan di seluruh ruang angkasa, termasuk lingkaran planet dan atmosfer matahari, di mana debu dan medan magnet terus berinteraksi.
Ion seperti zat besi membentuk sebagian besar alam semesta yang terlihat, dan debu tidak ada di mana-mana, tambah Dr. Lam Coleen.
